Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2016

KIAT MENJADIKAN ANAK HAFIDZ QUR'AN DI USIA DINI

Kiat-kiat ini disampaikan oleh Syekh Dr. Kamil Al Labudi, pada tanggal 29 Ramadhan 1437 H.

beliau menyampaikan berdasarkan pengalaman beliau dalam mendidik ketiga putra/putri beliau hafal Al Quran 30 juz dalam usia 4,5 tahun. Semua putra/putri beliau hafal Al Quran 30 juz sebelum usia mereka 5 tahun.

Ketiga putra/putri beliau
➡1. *Tabarok* hafal 30 juz ketika usianya 4,5 tahun,

➡2. *Yazid* hafal 30 juz ketika usianya 4,5 tahun,

➡3. *Zainah* hafal 30 juz ketika usianya 5 tahun.

☀ *Inilah kiat-kiatnya:*

✅1. Ketika anak kita lahir, dari usia 1 hari perdengarkan Al Quran setiap harinya 1 juz dan ulangi sebanyak 5 kali.

_Ulangi terus selama satu bulan. Jadi dalam waktu 1 bulan 1 juz di ulang sebanyak 150 kali. Maka waktu yang diperlukan untuk menamatkan memperdengarkan Al Quran sebanyak 30 juz hanya 30 bulan, yaitu 2,5 tahun. Ketika anak kita usianya 2,5 tahun dia sudah mendengarkan Al Quran 30 juz sebanyak 150 kali._

✅2. Pilihlah bacaan dari para Masyayikh, para Qori yang terkenal bacaannya fasih, seperti Qori Syekh Mahmud Kholil Al Hushori, Syekh Shiddiq Al Minsyawi, dll. Atau para Qori dari Saudi Arabia, seperti Syekh Ali Al Hudzaifi, Syekh Muhammad Ayyub, dll.

✅3. Ketika anak kita sudah tamat mendengarkan bacaan Al Quran 30 juz, maka ajarkan hafalan kepadanya. Sehari setengah halaman atau satu halaman, ulangi setiap harinya sampai 5 kali.

✅4. Buat cara yang menarik untuk anak kita agar mau menghafal, berikan hadiah ketika bisa mencapai target.

✅5. Berdo'a kepada Allah Ta'ala agar dimudahkan dalam membimbing anak kita dalam proses menghafal Al Quran 30 juz.

Dengan metode seperti ini, hanya perlu waktu 1,5 tahun anak kita hafal Al Quran 30 juz.

_Mudahan-mudahan Allah Ta'ala berikan karuniaNya kepada kita semua agar keluarga kita menjadi Ahlul Quran dan semoga putra-putri kita hafal Al Quran 30 juz dan berakhlaq dengan akhlaq Al Quran. Aamiin_.

Jumat, 25 Desember 2015

All About Khitan

Khitan merupakan proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Di Indonesia umumnya proses khitan ini dilakukan saat anak laki-laki menduduki sekolah dasar, dan khitan ini sama sekali tidak berdampak pada kesuburan pria.

Kenapa Perlu Khitan?

Dari sisi medis, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan orang yang menjalani proses Khitan, yaitu:
1.      Berkurangnya risiko tertular infeksi penyakit seksual. Orang yang sudah menjalani Khitan umumnya lebih sedikit risikonya untuk mengidap human papilloma virus (HPV), herpes, sifilis, atau penyakit menular seksual lain. Meski demikian, pria yang sudah menjalani Khitan harus tetap melakukan hubungan seksual yang sehat dan aman.
2.      Mencegah terjadinya penyakit pada penis seperti peradangan pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis, yaitu kondisi saat kulup penis yang tidak diKhitan sulit untuk ditarik.
3.      Berkurangnya risiko infeksi saluran kemih yang dapat merujuk kepada masalah ginjal. Infeksi ini umumnya lebih sering terjadi pada orang yang tidak menjalani Khitan.
4.      Berkurangnya risiko kanker penis yang juga lebih jarang terjadi pada pria yang sudah diKhitan.
5.      Mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan. Risiko kanker serviks menurun pada wanita yang pasangannya telah menjalani Khitan.
6.      Membuat kesehatan penis lebih terjaga. Penis yang diKhitan lebih mudah dibersihkan, sehingga kesehatannya lebih terjamin dibandingkan yang tidak diKhitan.

Solusi Untuk Penyakit Tertentu
Ada penyakit tertentu yang memerlukan Khitan sebagai metode penanganan, yaitu:
1.    Infeksi saluran kemih
Kondisi ini terjadi akibat bakteri terkumpul di dalam kulup yang kemudian menyebar ke sistem urine. Khitan biasanya dipilih untuk menangani pengidap yang berisiko mengalami infeksi ini berulang kali. Dengan Khitan, frekuensi infeksi bisa dikurangi sehingga ginjal pun terlindungi dari berbagai komplikasi akibat infeksi berulang kali. Bayi yang terlahir dengan sistem saluran kemih yang abnormal biasanya disarankan untuk menjalani Khitan untuk mencegah infeksi saluran kemih dan kerusakan pada ginjal.
2.    Parafimosis
Parafimosis adalah kondisi di mana kulup tidak bisa kembali ke posisi semula karena terjadi pembengkakan di ujung kepala penis. Parafimosis kadang terjadi ketika kalup tidak dikembalikan ke posisi semula setelah ditarik ke belakang misalnya saat menjalani prosedur medis seperti pemeriksaan penis atau pemasangan kateter. Untuk menangani parafimosis, selain dengan obat-obatan, Khitan biasanya diterapkan untuk sebagian kasus.
3.    Balanitis
Balanitis adalah peradangan kulup penis, ditandai dengan gejala nyeri saat buang air kecil. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Khitan dianjurkan untuk pengidap yang mengalami infeksi berulang kali dan belum cukup ditangani dengan antibiotik.

Teknik Khitan
Di Indonesia, pada umumnya terdapat tiga teknik Khitan yang paling umum digunakan. Sebelum melakukan Khitan atau memilihkan metode Khitan untuk anak, pastikan Anda mengetahui proses beserta keunggulan dan kekurangan masing-masing metode tersebut.
1.    Dorsumsisi
Merupakan metode konvensional yang dilakukan dengan mengiris kulup melingkar hingga terlepas menggunakan gunting atau pisah bedah. Proses ini umumnya dilakukan pada anak dan orang dewasa dengan metode bius lokal.
Kelebihan:
    Dapat diterapkan pada pasien hiperaktif dan autis, serta yang berpenis kecil.
Kekurangan:
-  Proses penyembuhan relatif lama.
-  Pasca-Khitan, pasien perlu menggunakan perban dan kain katun  sebagai penyangga agar penis tidak banyak bergerak.
-  Meninggalkan luka jahitan bekas khitan.
-  Proses pengerjaan relatif lama, sekitar 30-50 menit.
-  Luka tidak boleh terkena air selama beberapa hari agar penyembuhan lebih cepat.
2.    Laser (electric cauter)
Pemotongan kulit kulup penis dilakukan dengan elemen panas dari kawat atau logam yang dialiri listrik.
Kelebihan:
-  Pendarahan dan jahitan minimal.
-  Lama penyembuhan relatif lebih cepat dibanding metode konvensional.
-  Hanya memerlukan waktu 15-30 menit.
-  Tidak perlu menggunakan alat yang menggantung seperti pada metode klem.
Kekurangan:
-  Prosedur harus dilakukan oleh dokter bedah. Jika tidak dilakukan dengan benar, penis dikhawatirkan dapat menutup kembali.
-  Luka khitan tidak boleh terkena air selama beberapa hari.
-  Bisa menghabiskan lebih banyak biaya karena dilakukan oleh seorang dokter bedah.
-  Jika dilakukan pada balita, dokter mungkin akan menyarankan bius total.
3.    Klem
Klem adalah tabung plastik khusus dengan ukuran berbeda-beda sesuai ukuran penis. Kulit kulup dipotong melingkar dengan pisau bedah setelah klem terpasang pada penis. Klem tersebut akan tetap terpasang pada penis hingga luka mengering sekitar 3-6 hari kemudian. Setelah luka mengering, klem akan dilepas oleh dokter.
Kelebihan:
-  Pendarahan minimal, tanpa jahitan maupun perban.
-  Luka khitan diperbolehkan terkena air.
-  Proses hanya memerlukan waktu 7-10 menit.
-  Rasa sakit relatif lebih tidak terasa, sehingga pasca-khitan pasien dapat beraktivitas seperti biasa.
-  Biaya lebih mahal daripada metode konvensional, tapi relatif lebih terjangkau dibandingkan menggunakan laser.
Kekurangan:
-  Klem masih menempel pada penis hingga kurang lebih 5 hari setelah khitan.
-  Penerapan pada anak hiperaktif atau autis memerlukan perawatan ekstra agar si kecil tidak mencopot klem yang masih terpasang.

Kapan Khitan Dilakukan?
Khitan dapat dilakukan secepatnya setelah bayi dilahirkan. Namun proses ini tidak umum dilakukan di Indonesia. Biasanya Khitan dilakukan saat anak laki-laki sudah mencapai usia sekolah dasar. Pada masa ini, anak diharapkan sudah lebih dapat menoleransi rasa sakit yang timbul dibandingkan jika dilakukan saat balita. Namun proses ini dapat dipercepat jika terdapat risiko atau penyakit tertentu pada usia lebih muda yang memerlukan penanganan dengan metode Khitan.

Risiko Khitan
Meski bermanfaat, Khitan tetap mengandung risiko, terutama pada kondisi-kondisi tertentu:
-       Pendarahan
-       Infeksi pada luka Khitan.
-       Gangguan pada saluran kemih.
-       Kulit kulup mungkin terpotong terlalu pendek atau terlalu panjang.
-       Sisa kulup dapat menempel kembali ke ujung penis sehingga perlu operasi kecil sebagai penanganan.
-       Sensitivitas penis yang telah diKhitan berkurang, sehingga dapat berpengaruh pada hubungan seksual.
-       Khitan dapat menjadi tindakan berbahaya jika diterapkan pada pasien dengan gangguan pembekuan darah.
-       Infeksi atau keracunan darah (sepsis).

Segera Temui Dokter Jika Setelah Dikhitan, Terjadi Hal-Hal Berikut Ini
-       Pendarahan tidak berhenti.
-       Dari ujung penis keluar cairan bernanah atau berbau busuk.
-       Dua belas jam setelah diKhitan, urine tidak dapat keluar seperti biasa.
-       Hingga beberapa hari setelah Khitan, proses buang air kecil masih saja terasa menyakitkan.
-       Setelah dua minggu, penis masih bengkak.

Penanganan setelah Khitan
Setelah Khitan, umumnya penis akan berwarna merah, memar, dan bengkak. Luka Khitan pada bayi perlu sekitar 10 hari untuk sembuh sedangkan pada anak-anak dan pria dewasa, memerlukan sekitar sebulan untuk sembuh. Akan lebih nyaman jika pasien tidak mengenakan celana dalam dan menggunakan celana yang longgar.
-       Tetap pastikan kebersihan alat kelamin terjaga untuk menghindari infeksi.
-       Selain jangan sampai terkena air, sebaiknya hindari membersihkan penis dengan produk yang mengandung berbagai bahan kimia dan pewangi.
-       Ganti perban atau bersihkan klem tiap hari. Dokter biasanya akan memberikan cairan atau semprotan antiseptik untuk menjaga kesterilan klem.
-       Pasien bisa mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit untuk mengurangi nyeri. Namun pastikan anak-anak di bawah 16 tahun mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen dan bukan aspirin.
-       Hingga rasa nyerinya mereda, anak yang telah diKhitan sebaiknya tidak mengendarai sepeda atau mainan serupa.
-       Pria dewasa yang melakukan Khitan sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual hingga luka sepenuhnya sembuh.


Sumber : http://www.alodokter.com/metode-dan-manfaat-sunat

Kamis, 20 Agustus 2015

Kelembutan Dalam Keluarga



Kelembutan yang ada di dalam sebuah keluarga atau sebuah masyarakat adalah salah satu barometer yang dapat menunjukkan baik tidaknya keluarga atau masyarakat tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِم الرِّفْقَ، وفي رواية : إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِمُ الرِّفْقَ

"Jika Allah menghendaki kebaikan pada suatu kaum, maka Allah akan memasukkan ke dalam diri mereka kelembutan. Dan di dalam riwayat yang lain : "Jika Allah menghendaki kebaikan pada suatu keluarga, maka Allah akan memasukkan ke dalam diri mereka kelembutan." (HR. Al-Bazzar dan dishahihkan oleh al-Imam al-Albany)

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah motivasi bagi kita untuk menumbuhkan kelembutan di dalam keluarga dan masyarakat kita.

Namun tentu saja harus kita mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu lalu kita tumbuhkan kelembutan tersebut di dalam keluarga kita dengan menyayangi anak istri kita.

Karena ketika kita senantiasa berbuat kasar dan keras di dalam keluarga kita, maka buahnya adalah kekerasan dan kekasaran yang akan kita panen dari anak-anak kita, al-Jaza min Jinsil ‘amal (balasan sesuai dengan jenis amalan yang dilakukan).

أَنَّ الأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ أَبْصَرَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُ الْحَسَنَ فَقَالَ إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ وَاحِدًا مِنْهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّهُ مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمْ »

Bahwasannya Al-Aqra’ bin Haabis melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan, lalu dia berkata : Sesungguhnya saya memiliki sepuluh orang anak, dan saya belum pernah mencium satu orangpun dari mereka. Maka Nabi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya barangsiapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi. (HR. Muslim)