Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Mei 2016

Muhasabah

Apakah seseorang tidak malu kepada Tuhannya, ia minta ampun dari dosa-dosanya kemudian mengulanginya, minta ampun kembali, kemudian mengulangi kembali.

Al-hasan berkata: syaithan senang apabila ia mampu mengalahkan dirimu dengan malu untuk kembali kepada Tuhan, maka janganlah engkau bosan-bosan beristighfar.

Orang yang bertaubat dari suatu dosa seperti orang yang tidak mempunyai dosa.

Jika kita perhatikan, Pada jari-jari tangan manusia, kanan maupun kiri, kita akan menemukan tanda kebesaranNya yaitu kalimat  "ALLOH".

Jari kelingking merupakan huruf Alif.
Jari manis berbentuk lam pertama.
Jari tengah membentuk lam kedua dan yang dibaca panjang karena jari tengah merupakan jari yang paling panjang.
Sedangkan ujung jari telunjuk dan ujung jempol yang disatukan jadi satu, membentuk huruf ha’.

sehingga .... Dari jari kelingking bisa dibaca ALLOH.

Saat kita melihat suatu nikmat dan tangan kanan, kita ingat ALLOH, Serta membaca AL-HAMDU LILLAH.

Dan saat tertimpa suatu cobaan atau melihat tangan kiri, kita ingat ALLOH, Kemudian membaca INNAA LILLAH.

Subhanaka laa ilma lanaa illaa maa 'allamtana...
Afala tatabaddaruun???
 قد يعطيك الله ما تريد فتتمنى لو لم تعطه، لتعلم أن الخير اختياره. وقد يمنعك ما تريد ليعلمك أن القرار قراره.

Terkadang ALLOH Memberikan Apa Yang Engkau Inginkan, Kemudian Engkau Berharap Andaikan Apa Yang Engkau Inginkan Tidak Diberikan Kepadamu, Agar Engkau Tahu Bahwa Kebaikan Sesungguhnya Adalah Pilihan-NYA.

Terkadang ALLOH Tidak Memberikan Apa Yang Engkau Inginkan, Agar Engkau Tahu Bahwa Ketetapan Yang Cocok Bagimu Adalah Ketetapan-NYA.
( Al Hikam ibn Atho'illah as Sakandary )

Tips mandi yg sehat menyehatkan 🚿🚿🚿

Jika Sering Migrain Atau Masuk Angin, Ternyata Cara Mandi Kita mungkin ktn selama Ini Salah dan Berbahaya.
Bagaimana mandi yang benar?  
               
Mandi yg benar adalah:
🚿Bermula dari menyiramkan telapak kaki.
🚿 siram betis.
🚿siram paha.
🚿siram perut.
🚿siram pundak.

BERHENTILAH sejenak 5-10 detik.
Kita akan merasakan seperti uap/angin yg keluar dari ubun2.. Bahkan merinding.

🚿🚿Setelah itu lanjutkan dengan mandi seperti biasa.
Hikmahnya adalah.. Seperti pada gelas yang telah diisi air panas kemudian kita isi dg air dingin. Suhu tubuh kita cenderung panas, dan air itu dingin maka yang terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada badan atau bahkan kepala, angin yang harusnya keluar jadi terperangkap. Atau yang paling fatal adalah pecahnya pembuluh darah.

�� Bila kita sering menjumpai orang jatuh di kamar mandi atau tau stroke.
�� Bisa jadi kita sering masuk angin krn pola mandi kita yg keliru.
�� Bisa jadi kita sering migrain krn pola mandi yg salah.
�� Pola mandi ini baik bagi semua umur terutama yg punya penyakit diabetes, hypertensi, kolestrol dan migrain.  
Cara mandi ini adlh Mandi Cara Sunnah Nabi SAW. Dan ini blm bnyk yg tahu.
Dan yang terpenting lagi sebagai adab² masuk dan keluar kamar mandi selalu bsrdoa, masuk dahulukan kaki kiri, dan keluar dahulukan kaki kanan, dahulukan membasuh anggota badan bagian kanan bawah baru bagian kiri bawah, lemudian keatas, keatas sedikit demi sedikit.(sesuai aturan diatas)
?????????????????????????
Testimoni dr sahabat kami kh mursidi :
Alhamdulillah setelah melakukan cara spt ini, belum pernah merasakan lg yang namanya masuk angin itu. Dan ketika ia sampaikan didepan dewan guru tingkat kecamatan mlonggo, banyak yang berterima kasih atas kebugaran badannya setelah sepekan mempraktekkan mandi sunnah tersebut...
Wallohu 'alam.

InsyaAllah PPTsH sll Bermanfaat 😊🙏

Senin, 09 Mei 2016

Ingin Menuju Kemuliaan Hidup,,,?

Kunci kemuliaan hidup yang pernah diberikan Lukman Hakim kepada putranya adalah: “Lupakan selalu dua hal dan ingat selalu dua hal.
Dua hal yang harus engkau lupakan adalah di saat engkau berbuat baik kepada seseorang maka berusahalah untuk melupakannya dan disaat ada orang yang berbuat salah kepadamu maka berusahalah untuk melupakannya.”
Ini adalah kunci keindahan hidup dalam kebersamaan, baik disaat kita berbuat baik kepada orang lain atau diperlakukan baik oleh orang lain. Baik disaat kita berbuat salah kepada orang lain atau disaat ada orang lain berbuat salah kepada kita. Agar kita bisa menuai keikhlasan dalam beramal, tabah dan lapang dada dalam berinteraksi dengan sesama hamba Allah.

“Melupakan dua hal” adalah kalimat yg sangat sederhana, akan tetapi merupakan kalimat hikmah yang penuh makna. Sungguh siapapun yang selalu mengingat apa yang pernah ia berikan, maka susah baginya untuk berbuat kebaikan lagi. Akan tetapi disaat ia mudah untuk melupakan apa yang pernah ia berikan kepada orang lain atau kebaikan yang pernah ia lakukan untuk orang lain akan terbuka pintu kebaikan sehingga mudah baginya untuk berbuat kebaikan yang lainnya.

Kemudian disaat ada orang yang berbuat salah kepada kita, alangkah mulianya jika kita mudah untuk melupakan kesalahan orang tersebut, dengan ketulusan dan kebersihan hati, di dalam hati tidak ada dendam kesumat, tidak tertanam kedengkian. Dan itulah kebersihan hati yang mengantarkan kemuliaan seseorang dihadapan Allah SWT, karena hati yang bersih dari dengki, bersih dari dendam akan mudah untuk menjadi ladang tumbuh suburnya ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT.

Mengingat dua hal, yang harus diingat terus adalah “jika kita mempunyai kesalahan kepada seseorang maka semestinyalah kita mengingat kesalahan tersebut dan begitu juga jika ada orang yang berbuat baik kepada kita jangan pernah kita melupakannya, akan tetapi ingat dan ingat terus!”

Maknanya adalah jika kita berbuat salah kepada seseorang maka berusahalah kita untuk  selalu ingat agar kita tidak mudah untuk mengulangi kesalahan tersebut, baik itu kesalahan kepada istri, suami, anak, orang tua ataupun tetangga. Karena jika kita senantiasa mengingat kesalahan tersebut dan dibarengi dengan penyesalan kita akan terjaga untuk terjatuh lagi pada kesalahan yang sama. Lebih dari itu kita akan lebih mudah untuk memohon ma’af kepada orang yang kita pernah berbuat salah kepadanya. Itulah hakekat kemulyaan dan kebesaran jiwa. Sungguh jika kesalahan kita kepada orang lain tidak dimaafkan oleh orang tersebut maka Allah pun tidak akan mengampuni dosa kita. Alangkah mengerikanya hal itu. Lalu, apakah kita juga rela jika ada orang disiksa dan dimurkai oleh Allah karena berbuat salah kepada kita?
Wallahu a’lam bishshowab.
Ta ammal wa tadabbar bima fi iihi"...

Kamis, 20 Agustus 2015

Kelembutan Dalam Keluarga



Kelembutan yang ada di dalam sebuah keluarga atau sebuah masyarakat adalah salah satu barometer yang dapat menunjukkan baik tidaknya keluarga atau masyarakat tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِم الرِّفْقَ، وفي رواية : إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِمُ الرِّفْقَ

"Jika Allah menghendaki kebaikan pada suatu kaum, maka Allah akan memasukkan ke dalam diri mereka kelembutan. Dan di dalam riwayat yang lain : "Jika Allah menghendaki kebaikan pada suatu keluarga, maka Allah akan memasukkan ke dalam diri mereka kelembutan." (HR. Al-Bazzar dan dishahihkan oleh al-Imam al-Albany)

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah motivasi bagi kita untuk menumbuhkan kelembutan di dalam keluarga dan masyarakat kita.

Namun tentu saja harus kita mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu lalu kita tumbuhkan kelembutan tersebut di dalam keluarga kita dengan menyayangi anak istri kita.

Karena ketika kita senantiasa berbuat kasar dan keras di dalam keluarga kita, maka buahnya adalah kekerasan dan kekasaran yang akan kita panen dari anak-anak kita, al-Jaza min Jinsil ‘amal (balasan sesuai dengan jenis amalan yang dilakukan).

أَنَّ الأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ أَبْصَرَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُ الْحَسَنَ فَقَالَ إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ وَاحِدًا مِنْهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّهُ مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمْ »

Bahwasannya Al-Aqra’ bin Haabis melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan, lalu dia berkata : Sesungguhnya saya memiliki sepuluh orang anak, dan saya belum pernah mencium satu orangpun dari mereka. Maka Nabi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya barangsiapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi. (HR. Muslim)