Rabu, 29 Februari 2012

Janganlah Menduakan Cintamu Kepada Allah SWT



Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bagaimana perasaan kita ketika mendapati sms mesra atau romantis dari orang lain di ponsel kekasih kita sendiri?. Apalagi bila kita sudah memiliki ikatan atau tali pertunangan." Hmmm........ Bisa bermasalah tuh nantinya, atau Apakah kita oke-oke saja ? Cool-cool saja...? Bagaimana pula dengan yang sudah menjadi pasangan atau pendamping hidup, lalu tidak sengaja membaca SMS mesra atau romantis yang ada di ponsel pasangan kita?. Makin bermasalah kan?.

Demikian juga dengan Allah SWT. Bagaimana mungkin Dia tidak akan marah bila cintanya diduakan ! Kalau kita mencoba coba menduakan cinta kepada Allah SWT, maka Allah SWT berjanji akan meninggalkan kita dan tidak akan memberkahi segala aktivitas serta usaha kita. Bisa bisa kita juga "ditampar" oleh Allah. Betapa sakitnya kan, bila sampai kita "ditampar" oleh Allah SWT. Nggak kebayang deh...Naudzubilla mindzalik.

Kenapa? Karena Allah SWT itu Maha Sempurna. Dengan menduakan Allah SWT, sama saja kita tidak mengakui lagi kemahasempurnaan Allah SWT.

Contoh sederhana sobat.....? :
Jika kita memiliki seorang kekasih yang selalu kita puji kesempurnaannya, tapi kemudian diam diam kita memiliki other woman atau other man, apa itu artinya kita tidak sedang melecehkan dia ? Dengan berbuat demikian, kita sebenarnya sedang mengatakan bahwa yang lain lebih baik dari yang sudah kita miliki. Bukankah begitu?

Jumat, 13 Januari 2012

Membangun Jiwa Mandiri

          Kehormatan dan kemuliaan yang sebenarnya adalah ketika hati kita bebas dari bergantung kepada selain Allah SWT. Perjuangan kita untuk menjaga harga diri dari meminta-minta kepada selain Allah adalah bukti kemuliaan kita. Jiwa mandiri adalah kunci harga diri.
Satu hal yang telah hilang dari bangsa kita adalah harga diri. Betapa kita sangat bergantung kepada negara lain untuk pinjaman dan investasi. Tak aneh bila negara kita memiliki banyak utang sehingga mudah dipermainkan oleh negara yang meminjami utang tersebut.
         
            Mengapa semua ini terjadi? Jawabnya, sebagian besar kita terlalu sibuk membangun aksesoris duniawi yang dianggap serba berharga. Kita tidak sibuk membangun harga diri. Tidak mengherankan apabila ada orang yang jabatannya tinggi, tapi perbuatannya rendah dan nista. Atau ada yang hartanya banyak, tapi jiwanya miskin. Kita terlalu menganggap topeng dunia sebagai sumber kemuliaan dan harga diri.
         
          Sudah menjadi keniscayaan, setiap kita bergantung kepada selain Allah, pasti kita akan takut kalau sandaran itu diambil orang. Bila kita dengan sepenuh hati bergantung kepada Allah SWT, maka yakinlah bahwa Allah tidak akan mengabaikan orang yang bersungguh-sungguh berharap kepada-Nya. Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT berfirman, "Apabila seorang hamba-Ku mendekati-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari. Apabila ia mendekati-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatinya satu hasta".

           Dari sini jelas bahwa kehormatan dan kemuliaan yang sebenarnya adalah ketika hati kita bebas dari bergantung kepada selain Allah. Perjuangan kita untuk menjaga harga diri dengan tidak meminta-minta kepada selain Allah adalah bukti kemuliaan sejati. Jiwa mandiri adalah kunci harga diri. Orang yang mandiri, hidupnya akan bebas dan merdeka.
           Keuntungan lain dari sikap mandiri adalah tumbuhnya rasa percaya diri. Kemandirian akan sumber kekuatan dan vitalitas dalam perjuangan. Orang yang percaya diri bisa melakukan pekerjaan jauh lebih banyak, kata-katanya jauh lebih bermakna, dan waktunya akan jauh lebih efektif daripada orang selalu bergantung kepada orang lain.
Intinya, kemandirian bukan untuk berbangga diri, tapi harus membuat kita lebih memiliki harga diri, bisa berprestasi, dan tidak membuat kita tinggi hati. Wallahu `alam bish-shawab.